Dalam daftar orang terkaya di China, Forbes mencatat ada enam wanita
pengusaha kaya. Sementara di daftar Amerika Serikat terdapat tujuh
orang. Namun, sangat berbeda dengan wanita-wanita kaya di China yang
memperoleh kekayaan berkat usahanya, wanita terkaya di AS pada umumnya
memperoleh kekayaan berkat warisan keluarganya.
Adalah (49), pendiri dan Ketua Nine Dragons Paper Industries Co, Ltd
yang menempati peringkat kelima dalam daftar wanita terkaya di Cina.
Zhang Yin merintis usahanya dari bisnis daur ulang kertas bekas.
Hebatnya lagi, Zhang cuma perlu waktu belasan tahun untuk mengalahkan
kekayaan para kampiun perempuan Barat yang namanya jauh lebih mendunia,
dan melalui bisnis yang tak biasa pula.
Sebagai anak keluarga militer yang menetap di Heilongjiang, provinsi di
kawasan utara China yang berbatasan dengan Rusia, masa kecil sulung dari
8 bersaudara ini sangat pahit. Selama Revolusi Kebudayaan yang dimulai
pada 1966, ayah Zhang Yin dipenjara bersama 2 juta lebih anggota
masyarakat yang dianggap kontrarevolusioner atau antek kapitalis. Baru,
ketika Revolusi Kebudayaan berakhir 10 tahun kemudian, hidupnya mulai
meningkat. Pada 1976 itu, ayah Zhang dibebaskan dan namanya
direhabilitasi.
Setelah Reformasi Ekonomi diluncurkan Deng Xiaoping pada 1980-an, Zhang
Yin hijrah ke Shenzen, salah satu kota di pesisir selatan yang
dikembangkan untuk eksperimen kapitalisme ala China. Di Shenzen dia
bekerja di perusahaan patungan di bidang perdagangan kertas. Interaksi
dengan orang asing ini mendorong Zhang menyeberang ke Hong Kong pada
1985, ketika perusahaan tempat bekerjanya bangkrut. Di pulau yang waktu
itu masih koloni Inggris tersebut, dia lalu mendirikan bisnis
perdagangan kertas bekas. Dalam tempo singkat Hong Kong jadi kelewat
kecil untuk menampung seluruh ambisi bisnis Zhang Yin yang besar. Maka,
pada 1990 dia lalu pindah ke Los Angeles dan menikah dengan Liu Ming
Chung, dokter gigi kelahiran Taiwan yang dibesarkan di Brasil dan fasih
berbahasa Inggris. Ketika itu pasangan Zhang-Liu mendirikan America
Chung Nam (ACN) pada awal 1990-an.
Daur Ulang
Pasangan tersebut berkeliling AS dengan minivan Dodge butut, membujuk
pusat pengumpulan sampah di seluruh negeri untuk memberikan segala macam
sampah kertas kepada mereka. Kegesitan Zhang ini membuat ACN jadi
pengekspor besar AS dari segi volume ketika permintaan terhadap limbah
kertas meroket pada 1995, bahkan pengekspor terbesar sejak 2001.
Menguasai pasok bahan baku, pada pertengahan 1990-an itu Zhang mudik ke
China untuk mendirikan Nine Dragons di Dongguan. Hanya dalam tempo satu
dasawarsa, pada 2006, pabrik Nine Dragons yang besar dan modern telah
berkembang jadi 11 buah, mempekerjakan 5.300 karyawan dan mendatangkan
laba 175 juta dolar AS. Pada 2007, satu pabrik raksasa lagi yang
dibangun di pusat industri ekspor China di kawasan Delta Sungai Yangtze,
dekat Shanghai. Keberanian Zhang terjun habis-habisan ke industri
kertas berbahan baku limbah adalah berkat seorang kolega bisnis yang
namanya tak dia sebutkan.
’’Aku ingat apa yang dia katakan waktu itu,’’ tuturnya. ’’ Dia bilang,
limbah kertas itu seperti hutan. (Sebab) kertas dapat didaur ulang, dari
satu ke lain generasi.’’ Yang dilakukan Zhang dengan Nine Dragonsnya
persis seperti ini.
Perusahaan Zhang mengirim limbah kertas dari Amerika dan Eropa, lalu
mendaur ulang sampah tersebut jadi corrugated cardboard yang digunakan
jadi kotak pengemas mainan, barang elektronik, dan furnitur ’’Made in
China’’ dan sebagian diekspor ke Amerika dan Eropa. Maklum, dalam daftar
pelanggan Zhang penuh dengan nama besar seperti Sony dan Nike. Setelah
boks tadi dibuang, siklus daur ulang berjalan lagi dari awal.
Dengan berpindahnya pusat industri kertas dunia ke China, Zhang akan
mewujudkan visinya. ’’Saya ingin membuat Nine Dragons, dalam 3-5 tahun,
jadi pemimpin di industri containerboards,’’ ujarnya.
Zhang Yin sama sekali tak merasa risi dengan julukan ratu sampah, bahkan
ada rasa bangga. Dia sadar betul, bisnisnya telah menginspirasi banyak
entrepreneur, termasuk dari negara lain. China kini menjadi pendaur
ulang segala macam limbah, termasuk rongsokan produk elektronik yang
mengandung tembaga, besi, nikel dan emas. Hal lain yang membuat Zhang
Yin bangga, dari sampah dia berhasil menghimpun kekayaan sampai hampir
tiga kali lipat aset yang dimiliki peringkat ke-2 jajaran Perempuan
Terkaya Dunia versi Hurun Report yang diduduki Zhang Xin.